Analisis Sambaran Petir Di Tambaksari Cilacap

admin

ANALISA KEJADIAN SAMBARAN PETIR
DI DESA TAMBAKSARI KEC.KEDUNGREJA KAB.CILACAP JAWA TENGAH
(TANGGAL 19 JANUARI 2022)

Sambaran Petir terjadi di area persawahan Dusun Gebangsari Rt 06/04, Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap Rabu, 19 Januari 2022 pukul 14.30 wib dan berdampak seorang anak perempuan meninggal dunia akibat tersambar petir. Sumber :(Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap)

  • 1 LAPORAN KEJADIAN
  • 2 CURAH HUJAN
  • 3 ANALISIS METEOROLOGI
  • 4 Kesimpulan
  • 1. LAPORAN KEJADIAN

    Sambaran Petir terjadi di area persawahan Dusun Gebangsari Rt 06/04, Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap Rabu, 19 Januari 2022 pukul 14.30 wib dan berdampak seorang anak perempuan meninggal dunia akibat tersambar petir. Sumber :(Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap)

    2. CURAH HUJAN

    Berdasarkan laporan saat terjadi sambaran petir di lokasi kejadian kondisi cuaca berawan tebal (mendung/tidak terjadi Hujan).

    3. ANALISIS METEOROLOGI

    Analisis parameter meteorologi saat kejadian sambaran petir adalah sebagai berikut :

    3.1 Angin 3000 ft

    Berdasarkan data angin 3000 Feet atau streamline tanggal 19 Januari 2022, 00.00 UTC, terpantau adanya konvergensi di atas wilayah Jawa. Hal ini menyebabkan pengangkatan massa udara yang berpotensi tumbuh awan-awan konvektiv yang berpeluang terjadinya petir. 

    3.2 Suhu Muka Laut

    Suhu muka laut terpantau hangat berkisar 29 – 30 oC dengan anomali positif +0,5 hingga +1,5 di perairan sebelah Selatan Jawa Barat hingga selatan DIY. 

    3.3 Kelembaban Udara

    (RH 850 mb).

    Berdasarkan data kelembaban udara pada lapisan 850 mb tanggal 19 Januari 2022 pukul 00 UTC, wilayah sebagian Cilacap, kelembaban udara terpantau basah 75 % – 95 %.

    (RH 700 mb)

    Berdasarkan data kelembaban udara pada lapisan 700 mb tanggal 19 Januari 2022 pukul 00 UTC, wilayah Cilacap bagian barat, kelembaban udara terpantau 55 % – 65 %.

    (RH 500 mb).

    Berdasarkan data kelembaban udara pada lapisan 500 mb tanggal 19 Januari 2022 pukul 00 UTC, wilayah sebagian Cilacap, kelembaban udara terpantau 45% – 55 %.

    3.4 Citra Satelit

    Dari pantauan citra satelit tanggal 19 Januari 2022 Pukul 07.00 – 08.00 UTC terpantau adanya perkembangan awan Cumulonimbus (cb) diatas wilayah cilacap. Saat terjadi sambaran petir diatas wilayah tersebut awan cb berasal dari gabungan cel awan cb. 

    3.5 Peta Kejadian Petir

    Berdasarkan data petir hari Rabu tanggal 19 Januari 2022 antara pukul 13.00-15.00 WIB, terpantau sebaran petir type CG (cloud to ground) baik type CG- maupun CG+. Parameter CG+ merupakan petir yang mengantarkan muatan positif ke tanah dan lebih banyak terdeteksi pada awan cumulonimbus (cb). Sebaliknya CG- mengantarkan muatan negative ke tanah dan berhubungan dengan curah hujan konvektif. 

    4. KESIMPULAN

    Dari hasil analisis beberapa parameter meteorologi dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

    4.1 Kesimpulan

    Aktivitas sambaran petir yang berdampak terhadap meninggal seorang anak dengan luka bakar dibagian pundak berasal dari awan Cumulonimbus yang saat itu sedang berkembang dengan kuat.

    Adanya konvergensi diatas pulau Jawa mengindikasikan adanya pertumbuhan awan konvektif terutama awan cb seperti ditunjukan pada citra satelit antara pukul 13.00 -15.00 WIB.

    Pada saat kejadian kondisi cuaca berawan tebal (mendung) yang ditunjukan berdasarkan kelembaban udara yang cenderung menurun terhadap ketinggian dan juga berdasarkan laporan tidak terjadi hujan.

    Hal ini menjadi indikasi yang kuat bahwa type petir yang menyebabkan kematian pada saat kejadian adalah type CG+ yang berjarak kurang lebih 1.4 km hingga 2 km terhadap lokasi kejadian sambaran petir pada pukul 14.30 WIB.

    4.2 Prospek Kedepan

    Potensi pertumbuhan awan konvektiv yang didalamnya berpotensi terjadi petir terutama yang terjadi antara siang hingga malam hari untuk beberapa hari kedepan di bulan Januari 2022 diwilayah Cilacap masih berpotensi sehingga tetap diwaspadai dampaknya.

     Download [pdf] [doc]

Bagikan:

Tags

Leave a Comment