Indeks Labilitas Atmosfer Diagram Skew-T

admin

Diagram Skew-T


BRN (Bulk Richardson Number)

CAPE (Convective Available Potential Energy)

CCL (Convective Condensation Level). Lapisan Kondensasi Konvektif yaitu lapisan dimana proses kondensasi akan terjadi saat parsel udara mencapai tingkat jenuh. 

CIN (Convective Inhibition). Penghambatan Konvektif. Ini adalah area negatif pada sounding. Semakin besar nilai CIN menunjukan pada lapisan atas makin kering dan tingkat stabilitas atamosfer yang tinggi.

EHI (Energy helicity index). Gabungan CAPE dan Helicity menjadi satu indeks. EHI meningkat seiring CAPE meningkat. Perkembangan angin kencang sering dimulai di wilayah EHI max (terutama jika EHI max adalah 5 atau lebih besar).

K-Indeks. Indeks K terutama berlaku dalam prediksi badai. Nilai Indeks K yang rendah dengan adanya indikator badai petir kuat lainnya. Nilai K-Indeks merupakan indeks yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi proses konvektif dan hujan lebat. KI menghitung distribusi vertikal dari kelembaban dan suhu.Semakin tinggi kelembaban dan semakin besar perbedaan suhu antara lapisan 850 – 500 mb, maka semakin besar KI dan potensi terjadinya konveksi.

LI (Lifted Indeks) Ini adalah perbedaan suhu antara suhu lingkungan dan parsel pada tingkat 500 mb. Secara teori, LI dihitung dengan mengambil parsel 25 mb di atas permukaan dan mengangkatnya secara adiabatik hingga jenuh; kemudian lembabkan secara adiabatik hingga 500 mb. Perbedaan antara suhu sounding dan suhu parsel menghasilkan LI. Nilai LI merupakan suatu indeks yang digunakan untuk menganalisa tingkat kekuatan labilitas atmosfer. Lifted Index (LI) dihitung dari perbedaan antara suhu observasi pada lapisan 500 mb dan suhu parsel udara yang diangkat dari lapisan dekat permukaan sampai lapisan 500 mb. Makin tidak stabil suatu lingkungan, maka nilai LI makin negatif.Semakin negatif nilai LI mengindikasikan kondisi atmosfer yang semakin tidak stabil.

SI (Showalter Indeks). Sama seperti LI, bedanya parsel diangkat dari 850 mb. SI biasanya digunakan pada musim kemarau.

SWEAT (Severe WEAther Threat Index). Indeks yang menandakan cuaca buruk. Indeks ini menggabungkan banyak nilai termodinamika dan angin.

Total-Totals Index (TT) adalah salah satu indeks yang dapat menentukan proses konveksi yang merupakan gabungan dari vertical totals dan cross totals. Vertical totals merupakan selisih antara suhu lingkungan pada lapisan 850 mb dan 500 mb sedangkan cross totals merupakan selisih antara suhu titik embun pada lapisan 850 mb dengan suhu lingkungan pada lapisan 500 mb. Semakin tinggi suhu dan kelembapan udara pada lapisan 850 mb diikuti kondisi suhu udara pada lapisan 500 mb yang semakin rendah, maka menunjukkan nilai TT akan semakin besar dimana akan menunjukkan kondisi atmosfer yang semakin labil. Kondisi tersebut akan memicu pertumbuhan awan konvektif yang cukup banyak khususnya untuk pertumbuhan awan Cumulonimbus.

Bagikan:

Tags

Leave a Comment