Inderaja Dan Parameter Kelautan

admin

Parameter Kelautan

Penginderaan jarak jauh atau yang sering disingkat sebagai inderaja (remote sensing) telah berkembang pesat di Indonesia. Secara umum inderaja didefinisikan sebagai suatu metode atau teknik pengamatan atau pengukuran suatu objek atau fenomena, dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang diamati. Penerapan metode ini telah dilakukan pada berbagai bidang ilmu termasuk perikanan dan kelautan, khususnya dalam menduga potensi sumberdaya perikanan dan kelautan. Parameter kelautan yang dapat dipelajari dengan pengindraan jauh sperti pada tabel di bawah ini.
Gambar Tabel parameter kelautan

Pengindraan jauh kelautan terbukti membantu berbagai penelitian kelautan dan dinamika sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya. Pada dasarnya aplikasi inderaja untuk kelautan dapat dibedakan atas tiga yaitu untuk: oseanografi fisika, sumberdaya alam laut dan pengamatan perlindungan wilayah pesisir.
Berbagai jenis sensor satelit telah dikembangkan untuk mendeteksi berbagai parameter kelautan penting dari proses-proses kelautan baik fisik, kimia dan biologi. Misalnya sensor Coastal Zone Color Scanner (CZCM), yang diluncurkan ke angkasa pada tahun 1978, adalah sensor yang khusus dibuat untuk tujuan
penelitian kelautan. 
Secara umum inderaja warna air laut atau ocean color merupakan inderaja yang memanfaatkan radiasi gelombang elektromagnetik (GEM) yang dipantulkan dari bawah permukaan air laut (Hovis et al., 1980). Radiasi tersebut berada dalam spektrum sinar tampak (400-700 nm), karena secara alamiah mampu menembus permukaan air. Radiasi pantulan ini mengandung informasi sifat optik atau biooptik air laut yang diakibatkan oleh adanya bahan tersuspensi dan terlarut pada air laut (Gordon & Morel, 1983). Bahan-bahan tersebut menyebabkan perubahan warna air laut. 
Pada umumnya fitoplankton, bahan-bahan sedimen anorganik dan hancuran organisme laut menjadi bahan utama yang mempengaruhi ocean color. Sifat optik dan biooptik objek merupakan sifat interaksi antara objek dan GEM. Interaksi objek dengan GEM dapat dibedakan atas lima kategori, yaitu: 
  1. Sifat penyerapan atau absorption, 
  2. Sifat pemencaran atau scattering, 
  3. Sifat pemantulan atau reflection atau backscattering, 
  4. Sifat penerusan atau transmission, dan 5) sifat pemencaran kembali atau emission. 
Sifat pemantulan merupakan sifat yang penting dalam inderaja warna air laut, karena GEM yang dipantulkan inilah yang dideteksi oleh sensor satelit dan digunakan untuk mengukur sifat objek yang diteliti. 
Pada prinsipnya, sensor inderaja kelautan dapat dibedakan atas enam golongan sesuai dengan fungsi dan daerah spektral yang digunakan, yaitu:
1. Altrimeter, Alat ini adalah radar (Radio Detection and Ranging) gelombang mikro yang dapat digunakan untuk mengukur jarak vertikal antara permukaan bumi dengan wahana antariksa (satelit atau pesawat terbang). Pengukuran ini dapat menghasilkan topografi dan kekasaran permukaan laut sehingga dapat menduga geoid laut, arus permukaan, dan ketinggian gelombang.
2. Scatterometer, Alat ini adalah radar gelombang mikro yang dapat mengukur kekasaran permukaan laut pada cakupan yang luas di sebelah kiri dan kanan wahana antariksa. Pengukuran dengan alat ini menghasilkan amplitudo gelombang pendek permukaan yang sebanding dengan angin permukaan, sehingga dapat menduga kecepatan angin yang bertiup pada permukaan laut.
3. Microwave Scanner, Alat ini adalah radiometer yang mengukur intensitas radiasi yang dikeluarkan oleh laut pada panjang gelombang mikro. Pengukuran dengan alat ini dapat menghasilkan pendugaan kecepatan angin permukaan, uap air, tingkat hujan, suhu permukaan laut (SPL), dan penutupan es di kutub.
4. Synthetic Aperture Radar (SAR), Alat ini adalah radar gelombang mikro yang secara elektronik mensintesa sebuah antena dan menghasilkan citra (image) bersolusi tinggi. Pengukuran dengan alat ini dapat menghasilkan dugaan kondisi gelombang laut, gelombang bawah permukaan (Internal Wave), hujan, batas-batas arus, dan lainnya. Pada perkembangan terakhir alat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi gerombolan ikan tuna yang berada pada permukaan laut.
5. Color Scanner, Alat ini adalah radiometer yang mengukur intensitas radiasi yang dipantulkan (dipancarkan kembali) oleh laut pada daerah spektral sinar tampak dan inframerah dekat. Pengukuran dengan menggunakan alat ini menghasilkan citra warna air laut, yang dapat menduga kandungan klorofil-a permukaan laut dan kandungan sedimen di kolom air laut permukaan.
6. Infrared Scanner, Alat ini adalah radiometer yang mengukur radiasi yang dikeluarkan oleh permukaan laut pada daerah spektral sinar inframerah. Pengukuran dengan menggunakan alat ini terutama menghasilkan dugaan suhu permukaan laut, yang selanjutnya dapat digunakan untuk meneliti berbagai proses di laut yang diindikasikan oleh suhu permukaan laut.

Bagikan:

Tags

Leave a Comment