Sandi Synop Seksi 3 (Part 1)

admin

Seksi 3
(1SnTxTxTx)/(2SnTnTnTn)   (5EEEiE)   (55SSS)  (55508)  (5F24F24F24)   (56DlDmDh)   (57CDaEc)   (58/59P24P24P24)   (6RRRiR)   (8NsCHsHs)   (80CHsHs) 
Sandi diatas diberi tanda kurung karena pada seksi 3 ini, tidak setiap pengamatan melaporkan semua unsur-unsur tersebut. Hanya pada jam 00 UTC saja dilaporkan semuanya. Sedangkan selain jam itu, dilaporkan grup sandi yang perlu saja.
Sn merupakan tanda suhu tersebut negatif atau positif
TxTxTx Sandi suhu udara maksimum dalam periode 24 Jam yang lalu dan dilaporkan dalam persepuluhan derajat celsius dan dilaporkan hanya pada jam 12.00 UTC
TnTnTn Sandi suhu udara minimum dalam periode 24 Jam yang lalu dan dilaporkan dalam persepuluhan derajat celsius dan dilaporkan hanya pada jam 00.00 UTC
5EEEiE
Sandi penguapan selama 24 Jam. Untuk grup ini, dilaporkan juga hanya pada jam 00.00 UTC. Alat ukur yang biasa digunakan di BMKG adalah Panci Terbuka (open pan) Klas A.
Open Pan Klas A
Panci penguapan kelas A merupakan alat yang paling banyak digunakan dan telah direkomendasikan oleh WMO (World Meteorological Organisation) dan IASH (International Association of Scientific Hydrology) sebagai panci referensi. Alat tersebut terdiri dari panci penguapan logam bergaris tengah 121.9 cm, tinggi 25.4 cm dilengkapi dengan ‘hook gauge’ untuk mengukur permukaan air. Selain itu, masih dilengkapi dengan termometer apung (floating thermometer), dan pengukur kecepatan angin (anemometer) (Harto, 1993). 
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap laju penguapan (Harto, 199380). 
  1. Temperatur. Untuk menguapkan 1 g air, diperlukan kurang lebih 540 kalori pada temperatur 100 derajat celcius. panas tersebut dapat bersumber dari radiasi matahari, panas yang tersedia di atmosfer (sensible heat), maupun dari dalam tanah, atau massa air itu sendiri. 
  2. Angin. Disebutkan sebelumnya, bila udara di atas permukaan telah jenuh, maka penguapan akan terhenti sama sekali. Angin berfungsi memindahkan lapisan udara jenuh tersebut dan menggantikannya dengan lapisan udara lain, sehingga penguapan dapat berjalan terus. 
  3. Kualitas air. Salinitas air menyebabkan menurunnya laju penguapan, sebanding dengan kadar salinitas air tersebut. Air laut dengan kandungan garam 2-3% mempunyai laju penguapan yang juga 2-3% lebih rendah dibandingkan degan air tawar.
Perhitungan penguapan (Eo) berdasarkan ketinggian air terhadap paku, yaitu ketinggian pengukuran awal (Po) dan ketinggian pengukuran akhir (P1), dibagi menjadi empat cara, yaitu (Nawawi, 2001) :
  1. Jika tidak terjadi hujan maka Eo=(Po-P1) mm
  2. Jika terjadi Hujan X mm dan Po>P1 maka Eo=(Po-P1)+X mm
  3. Jika terjadi hujan Ymm dan Po=P1 maka Eo=Y mm
  4. Jika terjadi hujan Z mm dan Po<P1 maka Eo=Z-(P1-Po) mm
Contoh :
pengukuran hari kemarin tinggi air (Po) adalah 30 mm dan terjadi hujan total 5 mm, kemudian pengukuran tinggi air hari ini (P1) 28 mm. Diketahui bahwa Po>P1 maka menggunakan cara ke 2 cara diatas yaitu Eo=(30mm-28mm)+5mm=7 mm.
EEE adalah sandi jumlah penguapan dalam 24 jam 
Jumlah penguapan ini dinyatakan dalam satuan mm. Untuk pelaporan, dilaporkan dalam persepuluhan milimeter. Jadi tidak perlu dibulatkan. Contoh total penguapan selama 1 hari adalah 4,5 mm.. maka sandi EEE = 045.  
iE sandi  pengenal jenis panci penguapan. 
Untuk sandi lengkapnya bisa dilihat pada TTP NO. 38 TH 2006 BMG Tabel 1806. Namun yang biasanya dipakai hanya 2 sandi yaitu :
  • 0 panci terbuka tanpa adanya penutup
  • 1 panci tertutup biasanya menggunakan kawat
55SSS sandi yang menunjukan lamanya matahari bersinar dalam satu hari
Misal penyinaran matahari dalam 24 jam 3 jam 20 menit maka ditulis 3,3 jam. Angka 3 dibelakang sandi dihitung berdasarkan bahwa 1 jam 60 menit. sehingga jika lamanya penyinaran matahari lebih 20 menit maka 60:20=3, dan sandinya 55033.
(55508) (5F24F24F24F24) 
(55508) angka untuk menunjukan dilaporkanya group  (5F24F24F24F24) yaitu radiasi surya langsung selama 24 jam yang dihitung dengan satuan Joule per cm persegi. Tidak semua stasiun memiliki alat  untuk mengukur besarnya radiasi matahari ( Actinograph  atau Piranometer). 
56DlDmDh sandi yang menunjukan dari mana awan rendah (Dl), awan menengah (Dm) dan awan tinggi (Dh) bergerak.  Untuk awan yang diam ataupun tidak ada awan, maka sandinya adalah sandi 0. Awan yang dapat bergerak biasanya hanya jenis awan rendah saja karena awan menengah dan awan tinggi biasanya hasil pertumbuhan dari awan rendah yang melewati batas ketinggian awan rendah kecuali awan Cb ( cumulonimbus atau cumulus congestus ) yang tentunya geraknya vertikal. 
(57CDaEc) 
C adalah jenis awan rendah yang memiliki pertumbuhan vertikal (awan konvektiv)
Da menunjukan arah sebenarnya awan rendah yang dilaporkan 
Ec menunjukan sudut elevasi puncak awan
Semakin besar sudut elevasinya, maka menunjukkan bahwa awan tersebut terletak di dekat kita. begitu pula sebaliknya. Semakin sedikit elevasinya, maka berarti awan itu semakin jauh. Lanjut Disini

Bagikan:

Tags

Leave a Comment