Prediksi Hujan Agustus Hingga September 2023 Jawa Tengah

admin


1. Dinamika Atmosfer

Curah Hujan bulanan di Jawa Tengah diprakirakan dengan melihat perkembangan dinamika atmosfer antara lain :

  • Sirkulasi Angin Musim
  • Suhu Permukaan Laut (SST) wilayah Indonesia & Anomali wilayah Pasifik Ekuator
  • El Nino – La Nina
  • Dipole Mode
Sirkulasi Angin
Angin Musim bertiup secara periodik di Jawa Tengah, angin Musim Timuran bersifat kering dan angin Musim Baratan bersifat basah. Indikasi pengaruh Angin Musim bisa dilihat dari data arah angin. Hingga Pertengahan Dasarian I Juni 2023 aliran massa udara di wilayah Jawa Tengah didominasi AnginTimuran.
Suhu Permukaan Laut
Perkembangan suhu muka air laut pada Dasarian I Juni 2023 menunjukkan SST di wilayah sekitar pulau Jawa dalam kategori cukup hangat yaitu di kisaran  28.0°C s/d 30.0°C.
Anomali SST pada Dasarian I Juni 2023 di sekitar wilayah Pulau Jawa sekitar -0.5 s/d 0.5°C.Kondisi anomaly SST di perairan sekitar Jawa Tengah adalah normal. Hal ini menandakan proses penguapan yang di wilayah Jawa Tengah sama dengan normalnya di bulan Juni.
Berdasarkan prediksi spasial suhu muka laut bulanan, wilayah sekitar Jawa pada bulan Juni 2023 hingga November 2023 diprediksi dalam kondisi normal hingga mendingin (penguapan yang lebih sedikit dibandingkan rataratanya). 
Prediksi Spasial Anomali SST Indonesia Juni 2023 Hingga  November 2023

El Nino dan La Nina

El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan – atmosfer yang ditandai memanasnya suhu permukaan laut (SST) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4) atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya). 
Pengaruh El Nino di Indonesia tergantung kondisi perairan di wilayah Indonesia. Jika suhu perairan Indonesia cukup dingin maka mengurangi curah hujan, sebaliknya jika suhu perairan Indonesia cukup hangat maka tidak mempengaruhi curah hujan. 
La Nina merupakan kebalikan dari El Nino,ditandai dengan anomali suhu permukaan laut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4). La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat bila diikuti dengan menghangatnya suhu permukaan laut wilayah Indonesia. Anomali dianggap dalam kondisi normal ketika nilainya +0,5.
Prediksi BMKG bulan Juli sampai dengan Desember 2023 nilai ENSO diprediksi berkisar 0.97s/d 1.17 (kategori El-Nino Lemah hingga Moderat)
Prediksi El Nino dan La Nina hingga Desember 2023

Dipole Mode
Dipole Mode merupakan fenomena interaksi laut – atmosfer di Samudera Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai (selisih) suhu permukaan laut antara pantai timur Afrika dengan pantai barat Sumatera. Perbedaaan nilai anomali suhu permukaan laut tersebut disebut sebagai Dipole Mode Indeks (DMI). 
Jika DMI positif umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia bagian barat, sedangkan DMI negatif (-) berdampak pada meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat. DMI dianggap normal ketika nilainya – 0.4 s/d + 0,4.
BMKG memprediksi DMI dari bulan Juli 2023 sampai dengan Desember 2023 nilainya 0.33 s/d 0.71 (Kategori Positif, berdampak pada berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia).
Berdasarkan evaluasi kondisi dinamika atmosfer tersebut di atas maka pada bulan Juli 2023 curah hujan umumnya diprakirakan berkisar antara 0 – 50 mm, dengan Sifat hujan umumnya Bawah Normal (BN).
2. Prakiraan Hujan Agustus Hungga September 2023
Agustus 2023
Prakiraan Sifat Hujan bulan Agustus 2023 di wilayah Jawa Tengah berada pada kategori Bawah Normal (BN).
Prakiraan Curah Hujan wilayah Jawa Tengah bulan Agustus 2023 umumnya berkisar antara 0 – 20 mm, kecuali sebagian wilayah Kab. Pekalongan; sebagian wilayah selatan Kab. Cilacap; sebagian wilayah utara Kab. Banjarnegara; sebagian kecil wilayah Kab. Temanggung curah hujannya 21 – 50 mm.
September 2023
Prakiraan Sifat Hujan bulan September 2023 wilayah Jawa Tengah pada umumnya Bawah Normal (BN).
Prakiraan Curah Hujan wilayah Jawa Tengah bulan September 2023 pada umumnya berkisar antara 0 – 20 mm, kecuali sebagian kecil wilayah Kab. Jepara, Kudus, dan Pati; sebagian kecil wilayah selatan kab. Batang dan Kendal ; sebagian kecil wilayah barat Kab. Magelang; sebagian wilayah
selatan Kab. Brebes, Tegal, dan Pekalongan; sebagian wilayah kab. Kebumen; sebagian besar wilayah kab. Purbalingga, Wonosobo, dan Temanggung; seluruh wilayah Kab. Banyumas dan Banjarnegara curah hujannya 21 – 50 mm.

Bagikan:

Tags

Leave a Comment