BMKG Ocean Forecast System

admin

Indonesia pernah menjadi negara besar dalam bidang maritim pada beberapa abad lalu. Nenek moyang kita mempunyai kemampuan mengarungi samudera luas dalam mencari ikan untuk kesejahteraan masyarakat. Pada saat ini, potensi laut yang yang dimiliki bukan hanya untuk produksi ikan tetapi juga kandungan alam lainnya yang ada di dalam lautan Indonesia. Hal ini disebabkan kekayaan wilayah maritim Indonesia yang berlimpah. Perairan Indonesia dengan besar wilayahnya merupakan perairan laut dengan zona ekonomi ekslusif menjadi potensi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau dengan pulau-pulau kecil menjadi potensi bagi pusat pertumbuhan ekonomi baru 17.504 pulau, 13.466 yang baru diberi nama, dan panjang pantai 95.181 kilometer (Dahuri, 2014).

Indonesia merupakan negara maritim yang sangat membutuhkan informasi cuaca laut. Untuk itu perlu dilakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir dalam membangun diri mereka sendiri. Dalam hal ini BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sebagai instansi publik dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir melalui informasi maritim.
Sebelumnya BMKG telah memiliki sistem peringatan dini cuaca di bidang kemaritiman, namun informasi itu hanya terkait gelombang tinggi air laut. Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan produk informasi OFS (Ocean Forecast System). Guna meningkatkan informasi terkait bidang kemaritiman tersebut, BMKG membangun Ocean Forecasting System (OFS) pada tahun 2016 dan secara resmi diluncurkan pada 31 Maret 2017, oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya di Kantor Pusat BMKG, Jakarta. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
Ocean Forecast System (OFS) merupakan sistem prakiraan cuaca maritim yang berisi prakiraan gelombang laut, informasi arus, suhu, salinitas per lapisan kedalaman dan informasi lintasan (trajectory) yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring tumpahan minyak di laut serta mendukung operasi Search and Rescue (SAR). Melalui sistem OFS ini, masyarakat tidak hanya bisa memperoleh informasi mengenai gelombang tinggi air laut. Informasi mengenai arus, suhu, salinitas per lapisan kedalaman dan informasi trajectory yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring tumpahan minyak di laut serta mendukung operasional Search and Rescue (SAR) juga bisa didapatkan.Informasi sistem OFS ini tersedia selama 24 jam dan memberikan informasi cuaca laut hingga tujuh hari ke depan.

Wave Direction

Upwelling

INA-FLOW


 


Bagikan:

Tags

Leave a Comment