Optimalisasi Pelayanan Informasi Cuaca Maritim Bagi Nelayan

admin

Dalam rangka optimalisasi pelayanan terkait informasi cuaca dan iklim bagi para nelayan di wilayah Kabupaten Cilacap BMKG melalui stasiun Tunggul Wulung Cilacap kembali melakukan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN). Stamet Tunggul Wulung Cilacap melaksanakan SLCN sejak tahun 2019, namun tahun 2021 ini jumlah peserta meningkat menjadi 100 pserta dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah hanya 25 peserta. Kegiatan SLCN dilaksanakan di gedung Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kabupaten cilacap pada tanggal 28 September 2021 dan dibuka langsung oleh Kepala BMKG Prof. Dr Dwikorita Karnawati.

Dalam acara pembukaan di hadiri oleh Anggota Komisi V DPRRI Hj. Novita Wijayanti, Kepala Pusata Maritim BMKG, Bupati Cilacap, dan seluruh KUPT BMKG Jawa Tengah. 

Dalam kegiatan SLCN Tahun ini bertema “Mewujudkan Nelayan Dengan Hasil Tangkap Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca”. Narasumber terdiri dari Pusat Maritim jakarta, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap, dan Forecaster BMKG Cilacap dengan  materi yang disampaikan adalah :
  • Pengenalan dan pemahaman Informasi Cuaca Dan Iklim Maritim
  • Pengenalan Alat Observasi Modern Maritim BMKG
  • Informasi Cuaca Untuk Mengantisipasi Bencana

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) merupakan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap informasi cuaca maritim guna mendukung kegiatan sektor perikanan dan kelautan. Prinsip SLCN adalah “Perhatikan Cuaca Sebelum Melaut”

Kegiatan SLCN Tahun 2021 secara garis besar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para peserta dalam mengakses, membaca, menindaklanjuti dan mendiseminasikan informasi cuaca dan iklim maritim serta informasi prakiraan lokasi ikan (Peta Perencanaan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI)) dari sumber terpercaya yang memiliki kewenangan mengeluarkan informasi tersebut kepada komunitas yang mata pencahariannya berhubungan langsung dengan dunia maritim.

SLCN
sebagai salah satu kegiatan program nasional pemerintahan Jokowi yang
dilaksanakan berkelanjutan memiliki sasaran jangka Pendek dan Panjang, yaitu:

·     
Sasaran Jangka Pendek:

Membantu
nelayan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang informasi cuaca
maritim dan memanfaatkan informasi tersebut dalam praktek perikanan mereka.

·     
Sasaran Jangka Panjang:

Merangsang
pengembangan ekonomi maritim yang berkelanjutan bagi nelayan dan pembudidaya
dimana informasi cuaca dan iklim maritim adalah jantung dari strategi dan
proses pengambilan keputusan.

Manfaat
SLCN

  • Meningkatkan
    pemahaman dan keterampilan mengakses informasi cuaca maritim oleh penyuluh dan
    nelayan;
  • Meningkatkan
    pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam memanfaatkan informasi cuaca maritim
    guna antisipasi dan adaptasi terhadap dampak fenomena iklim ekstrem;
  • Nelayan yang
    mampu memanfaatkan informasi cuaca maritim untuk meningkatkan ekonomi dan
    menjamin keselamatan.
  • Terjalinnya
    kemitraan dengan Pemda, perusahaan-perusahaan di sektor perikanan kelautan dan
    koperasi- koperasi nelayan sehingga dapat merangsang peningkatan kesejahteraan
    nelayan/pembudidaya pada khususnya.

KONSEP DAN
METODE

Kegiatan SLCN
Tahun 2021 dilakukan dengan konsep “Goes
to Field”
dengan pelaksanaan kegiatan langsung di lapangan dan memperbanyak
kegiatan interaktif antara narasumber dan nelayan serta praktik di lapangan.
Muatan kurikulum SLCN   berdasarkan
diagram alur pembelajaran sekolah lapang yaitu, “learn from experience” yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Mengalami, Mengungkapkan, Belajar dan Menganalisa, Menyimpulkan
dan Menerapkan.

Bagikan:

Tags

Leave a Comment